“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari) <---> Bagi yang membaca ini alangkah baiknya untuk membagikan pada yang lain, Ayo silahkan dishare.... Teruskan ilmu, jangan disimpan sendiri...

Salurkan rezeki anda melalui rekening berikut :

--> Bank Muamalat 3560009874 --> Bank Mandiri 114-00-0594415-5
--> Bank BRI 228401000197560 --> Bank BCA 8110330589
Sepuluh Langkah Menjemput Rezeki

Sepuluh Langkah Menjemput Rezeki

Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menjemput rezeki. Berikut sepuluh diantaranya..


1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

4. Istighfar
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)

7. Berbuat Kebaikan
"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Alqashash:84)

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)

8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)

9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)

10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)

Sumber : http://andyrachmat.blogspot.com/2008/01/delapan-langkah-menjemput-rezeki.html

Awas, Kelamaan Duduk di Kantor Bikin Gemuk dan Penyakitan

Awas, Kelamaan Duduk di Kantor Bikin Gemuk dan Penyakitan

 
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Deadline, rapat bergilir, bahkan mengerjakan setumpuk pekerjaan hingga lembur membuat karyawan seringkali terlalu lama duduk. Biasanya karena terlalu lama duduk, karyawan akan mengeluh sakit pinggang.

Terlalu lama duduk memang dapat menyebabkan banyak penyakit. Karena itu meski di kantor banyak duduk, harus diimbangi dengan kegiatan olahraga.

"Orang yang banyak duduk tapi juga punya aktivitas olahraga yang baik dan mengatur makanan dan atau mereka yang memiliki faktor genetik langsing, tidak mengalami kegemukan karena 'banyak' duduk. Akan tetapi kalau hampir tidak aktif bergerak selain duduk, apalagi diikuti kebiasaan makan junk food, maka kemungkinan kegemukan tentu ada," ujar praktisi gaya hidup sehat, dr Phaidon L Toruan MM yang dalam perbincangan dengan detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (27/3/2013).

Dari penelitian yang sudah ada dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan duduk dalam waktu lama dengan sejumlah masalah kesehatan, seperti kegemukan dan kelainan metabolik. Hal itu dikenal dengan 'metabolic syndrome'. Metabolic syndrome merupakan sekumpulan kondisi gangguan kesehatan termasuk tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kelebihan lemak di sekitar pinggang dan kadar kolesterol yang tidak normal.

Dr Phaidon juga menjelaskan walaupun punya kebiasaan olahraga beberapa jam dalam seminggu, tidak secara signifikan akan menurunkan risiko. "Solusinya adalah mengurangi jumlah jam duduk, dan lebih banyak bergerak," sambungnya.

Saat bergerak, otot akan aktif memicu proses yang berhubungan dengan pemecahan lemak dan gula di dalam tubuh. Sedangkan ketika duduk, proses ini seperti terhenti. Ketika seseorang berdiri, proses ini berlangsung kembali. Karena itu berjalan-jalan dan beranjak sebentar dari kursi dapat menjadi salah satu pilihan untuk bergerak di kantor.

Senada dengan hal itu, dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menuturkan idealnya setelah duduk selama 2 jam maka seseorang harus bergerak 15 menit. "Ini dapat mengembalikan aliran darah yang tidak lancar, mengurangi kram dan kesemutan pada bagian tubuh tertentu," terang dr Ari.

Nah, bagi Anda para pekerja kantoran, dr Phaidon menyarankan beberapa aktivitas sederhana yang bisa mengimbangi kegiatan banyak duduk di kantor. Berikut ini aktivitas yang bisa Anda lakukan:

1. Jika bekerja di kantor dalam waktu lama, coba gunakan 'standing desk' atau lakukan improvisasi (bayangkan para resepsionis di hotel yang selalu berdiri saat bekerja).

2. Berdiri saat menerima telepon.

3. Ubah pola meeting dengan jalan-jalan sambil berdiskusi ketimbang meeting dalam kondisi duduk.

Selain kegemukan, duduk terlalu lama juga dapat menimbulkan ambeien bahkan penyakit kardiovaskular.

"Mereka yang menghabiskan waktu lebih banyak duduk, meningkatkan 50 persen kematian dari berbagai penyakit dan juga meningkatkan 125 persen risiko akan kejadian penyakit kardiovaskuler seperti nyeri dada dan serangan jantung. Peningkatan risiko ini dipisahkan dari faktor risiko lain terhadap sakit jantung seperti merokok, dan tekanan darah tinggi," jelas dr Phaidon.

Dengan banyak bergerak, walaupun dengan gerakan santai bisa membuat perubahan besar. Anda akan membakar lebih banyak kalori dan ini berarti pembakaran lemak lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan sirkulasi. Selamat mencoba.

Sumber : http://health.detik.com/read/2013/03/27/150822/2205315/775/awas-kelamaan-duduk-di-kantor-bikin-gemuk-dan-penyakitan
Lima Manfaat Penting Berhenti Merokok

Lima Manfaat Penting Berhenti Merokok

Merokok telah menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihentikan. (istockphoto)

VIVAlife - Merokok telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat saat ini. Walaupun merokok memiliki berbagai dampak buruk bagi kesehatan, namun banyak orang yang kesulitan berhenti merokok.
Mereka mengaku rokok memiliki sifat adiktif. Selain itu, para perokok umumnya mengatakan rokok dapat membantu mengatasi stres. Bagi Anda yang ingin berhenti merokok, namun masih mengalami kesulitan tampaknya perlu mengetahui beberapa manfaat berhenti merokok berikut ini seperti dilansir laman Times of India.

1. Tubuh kembali normal
Berhenti merokok dapat membuat tubuh kembali normal layaknya bayi. Tekanan darah, detak jantung hingga temperatur tangan dan kaki Anda kembali normal.
Tak hanya itu, organ sensor Anda juga bekerja lebih baik. Saraf-saraf yang tadinya terganggu akibat merokok lama kelamaan akan kembali normal sehingga kemampuan Anda membaui, merasakan dan menyentuh akan membaik.

2. Mengurangi risiko masalah kesehatan
Merokok dapat memperpendek usia dan menyebabkan berbagai jenis penyakit berbahaya seperti serangan jantung, kanker paru-paru, kanker tenggorokan, kanker mulut, stroke dan sebagainya. Saat Anda berhenti merokok, risiko terserang penyakit-penyakit tersebut turun hingga 50 persen. Selain itu, kesehatan oral Anda juga semakin lama akan semakin membaik.

3. Memperbaiki peredaran oksigen dalam tubuh
Ketika Anda berhenti merokok, kadar karbon monoksida akan menurun. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar hemoglobin dalam tubuh yang bermanfaat pada peredaran oksiden ke seluruh tubuh menjadi lebih efisien.

4. Menguatkan sistem imun
Setelah berhenti merokok, sistem imun atau kekebalan tubuh Anda akan kembali kuat seperti sebelum Anda merokok. Hal ini tentu saja akan mengurangi risiko Anda terserang penyakit-penyakit menular seperti flu dan batuk.

5. Awet muda
Sirkulasi oksigen dalam tubuh yang meningkat karena berhenti merokok akan membuat tubuh tidak cepat lelah dan lebih berenergi. Hal ini akan membuat Anda lebih mudah menjalani aktivitas sehari-hari.
Merokok juga membuat penampilan Anda buruk dan terlihat tua, seperi bibir dan gigi yang menghitam, serta kulit yang penuh kerutan. Berhenti merokok tak hanya akan membuat tubuh lebih berenergi, Anda juga akan terlihat segar dan sehat. (eh)

Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/400588-lima-manfaat-penting-berhenti-merokok
 Menangis bukan tanda Anda orang yang lemah.

Menangis bukan tanda Anda orang yang lemah.

VIVAlife - Menahan emosi memang lebih sulit ketimbang mengeluarkannya. Sebagian besar dari kita pun kerap mengekspresikan kebahagiaan atau kesedihan dengan air mata.

Namun, meneteskan air mata atau menangis bukan tanda bahwa Anda orang yang lemah. Faktanya, mereka yang menangis adalah orang-orang yang sehat secara emosional. Ini karena mereka berterus terang mengekspresikan apa yang dirasakan.

Di sisi lain, menahan emosi justru bisa meningkatkan stres. Jika Anda tidak terus terang mengungkapkan perasaan, maka tubuh akan meresponsnya dengan hal lain, seperti sakit kepala dan tekanan darah tinggi.

Selain membuat Anda lebih kuat secara emosional, menangis juga memberikan beberapa manfaat. Berikut daftarnya seperti dilansir laman Boldksy:

1. Baik untuk kesehatan

Saat menangis, air mata yang dikeluarkan mengandung enzim alami yang bersifat anti bakteri. Enzim lisozim pada air mata dapat membunuh bakteri yang bersarang pada mata.

2. Menjaga tetap relaks

Terus menerus berpikir dan mengkhawatirkan tentang banyak membuat tubuh jadi tidak relaks. Oleh karena itu cobalah menangis dan emosi pun keluar dari dalam tubuh. Cara ini bisa membebaskan Anda dari stres dan memberikan pikiran yang tenang.

3. Luluhkan hati pasangan


Menangis merupakan 'senjata' efektif untuk mengambil hati pasangan Anda. Biasanya ini dilakukan untuk mendapatkan perhatian atau simpati pasangan.

4. Mengekspresikan cinta


Selain itu, menangis juga dapat ditandai sebagai ungkapan kasih sayang yang kuat. Umumnya hal ini terjadi ketika Anda atau pasangan tak lagi dapat ungkapkan kata-kata cinta.

Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/400773-ketahui-empat-keuntungan-menangis
Posisi Tidur Ibu Hamil Ini Berisiko Picu Bayi Meninggal Saat Lahir

Posisi Tidur Ibu Hamil Ini Berisiko Picu Bayi Meninggal Saat Lahir

Jakarta, Wanita hamil harus rajin dan telaten menjaga tubuhnya karena kondisi kesehatannya dapat mempengaruhi jabang bayi di dalam rahim. Sebuah penelitian baru-baru menemukan bahwa posisi tidur tertentu dapat meningkatkan risiko bayi meninggal saat lahir.

Penelitian yang dilakukan di Ghana ini menyimpulkan bahwa ibu hamil yang tidur telentang lebih berisiko menyebabkan bayi lahir mati. Dalam laporan penelitian yang dimuat International Journal of Gynecology and Obstetrics, peneliti mengungkapkan bahwa alasannya adalah tidur telentang akan memicu berat lahir bayi menjadi rendah.

Penelitian ini dilakukan di negara yang notabene memiliki angka kematian bayi lahir yang terbilang tinggi. Walau demikian, beberapa penelitian lain di Selandia Baru yang lebih terkontrol juga menemukan bahwa ada hubungan antara ibu hamil yang tidur telentang dengan risiko bayi lahir mati.

"Jika posisi tidur ibu pada kenyataannya mempengaruhi bayi lahir mati, maka mendidik ibu hamil tentang posisi tidur dan mendorong mereka untuk tidak tidur telentang mungkin bisa menjadi cara sederhana untuk memperbaiki kehamilan," kata Louise O'Brien Ph.D., MS, profesor di Pusat Gangguan Tidur University of Michigan seperti dilansir Counsel and Heal, Rabu (27/3/2013).

Daerah Afrika Sub-Sahara memang terkenal memiliki angka bayi lahir mati yang paling tinggi di dunia. Sayangnya, baru sedikit upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka tersebut. Maka mendorong ibu hamil untuk tidak tidur telentang bisa menjadi metode yang murah untuk mengurangi angka bayi lahir mati.

Di negara berpenghasilan tinggi, kasus bayi lahir mati bisa dikatakan hanya sedikit, yaitu dialami sekitar 2 - 5 bayi dari setiap 1.000 bayi. Kasus ini jauh lebih umum dijumpai di negara-negara berpenghasilan rendah, yaitu sekitar 20 - 50 bayi lahir mati dari setiap 1.000 bayi.

Penyebab tingginya risiko bayi lahir mati akibat tidur terlentang ini nampaknya disebabkan berat lahir bayi yang rendah. Tidur telentang dapat menekan uterus pada vena cava inferior yang pada gilirannya dapat mengganggu aliran pembuluh darah dan mempengaruhi jantung.

"Data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari seperempat kematian saat dilahirkan dapat dihindari dengan mengubah posisi tidur ibu. Ini mendukung perlunya pengembangan percobaan untuk melakukan intervensi sederhana," kata O'Brien.

Sumber : http://health.detik.com/read/2013/03/27/183230/2205573/1299/posisi-tidur-ibu-hamil-ini-berisiko-picu-bayi-meninggal-saat-lahir?l992205755

Kisah Sedekah Yang Salah Alamat


Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau berkata kepada mereka,

“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.

“Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

“Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu.

“Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam,’Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

Maka, dia kemudian, dengan cermat, mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu.

Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, ‘Ya Allah! Segala puji ha¬nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!’

Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu.”

(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah, Ahmad Rofi ‘Usmani)

Bersedekahlah Setiap Hari



“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.

Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”,

sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)”

(HR Bukhary 5/270)

Lihat catatan keuangan anda/keuangan perusahaan anda !
Apakah pengeluaran lebih besar dari pemasukan? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang pailit.
Apakah pengeluaran dan pemasukan seimbang? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang rugi.
Apakah pemasukan lebih besar dari pengeluaran? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang beruntung.
Hari ini mesti lebih baik dari ari kemarin dan hari esok meski lebih baik dari hari ini.

Perbanyak infaq anda jika anda mengalami kerugian, jangan berhenti berinfaq ketika anda meraih keuntungan yang banyak. Justeru semakin banyak untung, akan semakin keranjingan berinfaq.

Ayo salurkan sebagian rezeki anda kepada orang-orang yang ada di sekitar anda, atau juga bisa melalui program yang kami tawarkan berikut ini :

1. Zakat
2. Infaq/shadaqah
3. Wakaf
4. Anak Yatim

Salurkan sebagian rezeki anda melalui salah satu nomor rekening berikut :
--> Bank Muamalat No Rek. 3560009874 --> Bank Mandiri No Rek. 114-00-0594415-5
--> Bank BRI No Rek. 228401000197560
--> Bank BCA No Rek. 8110330589
Semua atas nama Wagimin.

Mohon konfirmasinya seberapapun harta yang anda infaqkan

Bila sudah ditransfer mohon konfirmasi via SMS ke nomor HP 089627492625 caranya :


1. Zakat
Ketik : ZAKAT_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : ZAKAT 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 200 .000,-

2. Infaq/shadaqah
Ketik : INFAQ_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : INFAQ 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 50.000,-

3. Waqaf
Ketik : WAQAF_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : INFAQ 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 5.000.000,-

4. Anak Yatim
Ketik : YATIM_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : YATIM 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 300.000,-


Terimakasih atas partisipasinya kepada rekan-rekan yang telah berbagi terutama buat mereka yang belum melakukan konfirmasinya, semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan menjadi amalan yang akan memperberat amal kebaikan di yaumil akhir.

Penolong Misterius

Ketika senja telah turun mengganti siang dengan malam, seorang laki-laki bergegas mengambil air wudhu. Memenuhi panggilan adzan yang bergaung indah memenuhi angkasa.

"Allahu Akbar!" suara lelaki itu mengawali shalatnya.

Khusyuk sekali ia melaksanakan ibadah kepada Allah. Tampak kerutan di keningnya bekas-bekas sujud. Dalam sujudnya, ia tenggelam bersama untaian-untaian do'a. Seusai sholat, lama ia duduk bersimpuh di atas sajadahnya. Ia terpaku dengan air mata mengalir, memohon ampunan Allah.

Dan bila malam sudah naik ke puncaknya, laki-laki itu baru beranjak dari sajadahnya.

"Rupanya malam sudah larut...,"bisiknya.

Ali Zainal Abidin, lelaki ahli ibadah itu berjalan menuju gudang yang penuh dengan bahan-bahan pangan. Ia pun membuka pintu gudang hartanya. Lalu, dikeluarkannya karung-karung berisi tepung, gandum, dan bahan-bahan makanan lainnya.

Di tengah malam yang gelap gulita itu, Ali Zainal Abidin membawa karung-karung tepung dan gandum di atas punggungnya yang lemah dan kurus. Ia berkeliling di kota Madinah memikul karung-karung itu, lalu menaruhnya di depan pintu rumah orang-orang yang membutuhkannya.

Di saat suasana hening dan sepi, di saat orang-orang tertidur pulas, Ali Zainal Abidin memberikan sedekah kepada fakir miskin di pelosok Madinah.

"Alhamdulillah..., harta titipan sudah kusampaikan kepada yang berhak,"kata Ali Zainal Abidin. Lega hatinya dapat menunaikan pekerjaan itu sebelum fajar menyingsing. Sebelum orang-orang terbangun dari mimpinya.

Ketika hari mulai terang, orang-orang berseru kegirangan mendapatkan sekarung tepung di depan pintu.

"Hah! Siapa yang sudah menaruh karung gandum ini?!" seru orang yang mendapat jatah makanan.

"Rezeki Allah telah datang! Seseorang membawakannya untuk kita!" sambut yang lainnya.

Begitu pula malam-malam berikutnya, Ali Zainal Abidin selalu mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin. Dengan langkah mengendap-endap, kalau-kalau ada yang memergokinya tengah berjalan di kegelapan malam. Ia segera meletakan karung-karung di muka pintu rumah orang-orang yang kelaparan.

"Sungguh! Kita terbebas darikesengsaraan dan kelaparan! Karena seorang penolong yang tidak diketahui!" kata orang miskin ketika pagi tiba.

"Ya! Semoga Allah melimpahkan harta yang berlipat kepada sang penolong...," timpal seorang temannya.

Dari kejauhan, Ali Zainal Abidin mendengar semua berita orang yang mendapat sekarung tepung. Hatinya bersyukur pada Allah. Sebab, dengan memberi sedekah kepada fakir miskin hartanya tidak akan berkurang bahkan, kini hasil perdagangan dan pertanian Ali Zainal Abidin semakin bertambah keuntungan.

Tak seorang pun yang tahu dari mana karung-karung makanan itu? Dan siapa yang sudah mengirimkannya?

Ali Zainal Abidin senang melihat kaum miskin di kotanya tidak mengalami kelaparn. Ia selalu mencari tahu tentang orang-orang yang sedang kesusahan. Malam harinya, ia segera mengirimkan karung-karung makanan kepada mereka.

Malam itu, seperti biasanya, Ali Zainal Abidin memikul sekarung tepung di pundaknya. Berjalan tertatih-tatih dalam kegelapan. Tiba-tiba tanpa di duga seseorang melompat dari semak belukar. Lalu menghadangnya!

"Hei! Serahkan semua harta kekayaanmu! Kalau tidak...," orang bertopeng itu mengancam dengan sebilah pisau tajam ke leher Ali Zainal Abidin.

Beberapa saat Ali terperangah. Ia tersadar kalau dirinya sedang di rampok. "Ayo cepat! Mana uangnya?!" gertak orang itu sambil mengacungkan pisau.

"Aku...aku...," Ali menurunkan karung di pundaknya, lalu sekuat tenaga melemparkan karung itu ke tubuh sang perampok. Membuat orang bertopeng itu terjengkang keras ke tanah. Ternyata beban karung itu mampu membuatnya tak dapat bergerak. Ali segera menarik topeng yang menutupi wajahnya. Dan orang itu tak bisa melawan Ali.

"Siapa kau?!" tanya Ali sambil memperhatikan wajah orang itu.

"Ampun, Tuan....jangan siksa saya...saya hanya seorang budak miskin...,"katanya ketakutan.

"Kenapa kau merampokku?" Tanya Ali kemudian.

"Maafkan saya, terpaksa saya merampok karena anak-anak saya kelaparan," sahutnya dengan wajah pucat.

Ali melepaskan karung yang menimpa badan orang itu. Napasnya terengah-engah. Ali tak sampai hati menanyainya terus.

"Ampunilah saya, Tuan. Saya menyesal sudah berbuat jahat..."

"Baik! Kau kulepaskan. Dan bawalah karung makanan ini untuk anak-anakmu. Kau sedang kesusahan, bukan?" kata Ali.

Beberapa saat orang itu terdiam. Hanya memandangi Ali dengan takjub.

"Sekarang pulanglah!" kata Ali.

Seketika orang itu pun bersimpuh di depan Ali sambil menangis.

"Tuan, terima kasih! Tuan sangat baik dan mulia! Saya bertobat kepada Allah...saya berjanji tidak akan mengulanginya," kata orang itu penuh sesal.

Ali tersenyum dan mengangguk.

"Hai, orang yang tobat! Aku merdekakan dirimu karena Allah! Sungguh, Allah maha pengampun." Orang itu bersyukur kepada Allah. Ali memberi hadiah kepadanya karena ia sudah bertobat atas kesalahannya.

"Aku minta, jangan kau ceritakan kepada siapapun tentang pertemuanmu denganku pada malam ini...," kata Ali sebelum orang itu pergi." Cukup kau doakan agar Allah mengampuni segala dosaku," sambung Ali.

Dan orang itu menepati janjinya. Ia tidak pernah mengatakan pada siapa pun bahwa Ali-lah yang selama ini telah mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin.

Suatu ketika Ali Zainal Abidin wafat. Orang yang dimerdekakan Ali segera bertakziah ke rumahnya. Ia ikut memandikan jenazahnya bersama orang-orang.

Orang-orang itu melihat bekas-bekas hitam di punggung di pundak jenazah Ali. Lalu mereka pun bertanya.

"Dari manakah asal bekas-bekas hitam ini?"

"Itu adalah bekas karung-karung tepung dan gandum yang biasa diantarkan Ali ke seratus rumah di Madinah," kata orang yang bertobat itu dengan rasa haru.

Barulah orang-orang tahu dari mana datangnya sumber rezeki yang mereka terima itu. Seiring dengan wafatnya Ali Zainal Abidin, keluarga-keluarga yang biasa di beri sumbangan itu merasa kehilangan.

Orang yang bertobat itu lalu mengangkat kedua tangan seraya berdo'a," Ya Allah, ampunilah dosa Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Saw.
Back To Top