Selasa, 13 Maret 2012

Rahasia Sunnah Tidak Diperbolehkannya Meniup Air Yang Masih Panas


Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.
 
Makan dan minum seorang muslim tidak  sebatas aktifitas memuaskan nafsu, menghilangkang lapar dan dahaga semata. Karenanya, seorang muslim apabila tidak lapar maka dia tidak makan dan apabila tidak haus, dia tidak minum. Hal ini seperti yang diriwayatkan dari seorang sahabat,
نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ
Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.


Dari sini, maka seorang muslim dalam makan dan minumnya senantiasa memperhatikan adab Islam yang telah dicontohkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar bernilai ibadah. Dan di antara adabnya adalah tidak bernafas dan meniup minuman. Hal ini didasarkan pada beberapa hadits, di antaranya dari Abu Qatadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 dan Muslim no. 263)

Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)

Dan juga hadits Abu Sa'id al-Khudri radliyallah 'anhu, Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang untuk meniup di dalam air minum." (HR. al-Tirmidzi no. 1887 dan beliau menyahihkannya)

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi mengatakan, “Larangan bernafas dalam wadah air minum adalah termasuk etika karena dikhawatirkan hal tersebut mengotori air minum atau menimbulkan bau yang tidak enak atau dikhawatirkan ada sesuatu dari mulut dan hidung yang jatuh ke dalamnya dan hal-hal semacam itu."

Dalam Zaadul Ma'ad IV/325 Imam Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupnya.

Apa Hikmahnya?

Apa hikmahnya, sering menjadi pertanyaan kita sebelum mengamalkannya. Padahal dalam menyikapi tuntunan Islam hanya sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami taat), tanpa harus terlebih dahulu mengetahui hikmahnya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Umar bin al-Khathab sesudah mencium hajar Aswad, "Sesungguhnya aku tahu engkau hanya seonggok batu yang tidak bisa menimpakan madharat dan tidak bisa mendatangkan manfaat. Kalau seandainya aku tidak melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menciummu, pasti aku tidak akan menciummu." (HR. Al-Bukhari no. 1494 dan Muslim no. 2230)

Namun yang jelas bahwa setiap yang disyariatkan dan dituntunkan oleh Islam pasti mendatangkan kebaikan dan setiap yang dilarangnya pasti mendatangkan madharat. Dan apabila seorang muslim mengetahui hikmah dari sebuah syariat, maka dia akan semakin mantap dalam mengamalkannya. Dan apabila belum mampu menyingkapnya, maka keterangan dari Al-Qur'an dan Sunnah sudah mencukupi.

Di antara hikmah larangan meniup minuman yang masih panas adalah karena nanti struktur molekul dalam air akan berubah menjadi zat asam yang membahayakan kesehatan.

Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita.

senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan. (Dikutip Dari : Apa Aja: Bahaya Meniup Minuman Panas Kerja Sama Dengan blog-apa-aja.blogspot.com)

Dari sini juga semakin jelas hiikmah dari larangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam agar ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas sambil bernapas di dalam gelas. Hal ini karena ketika kita minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernapas di dalam gelas, yang akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

Oleh: Badrul Tamam



Sumber :  http://www.addakwah.com/2010/06/larangan-meniup-minuman-dan-bahayanya.html


Share

61 komentar:

fachry ramadhan KT mengatakan...

Subhanallah. .

slamet riyanto mengatakan...

Subhanallah

slamet_triyanto mengatakan...

subhanallah,,

hanoy mengatakan...

alhamdulilah,,menjadi smakin tau,,,

m46z mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
m46z mengatakan...

Omong kosong. Ngarang aja..
Pertama H20 tidak bisa bersenyawa dengan CO2 pada suhu ruang. Dibutuhkan suhu rendah untuk membuat asam H2CO3 yaitu dengan membombardir air beku dengan konsentrasi tinggi CO2 yang juga beku. Jadi tidak bisa dibuat H2CO3 dengan kondisi air yang panas.
Kedua, sebuah senyawa H2O yang bersentuhan dengan H2CO3 pada suhu ruang sudah cukup untuk menghancurkan H2CO3. Jadi pada kasus uap yang ditiup, yang terjadi adalah kebalikannya, seandainya ada H2CO3 disana, maka H2CO3 itu akan menjadi uap air dan CO2 pada saat bersentuhan dengan uap air yang panas tersebut.
Ketiga, H2CO3 adalah senyawa untuk menghantarkan sisa pembakaran berupa CO2 dari tubuh ke paru paru. Jadi tanpa H2CO3, manusia akan mati keracunan.
Keempat, kalau ga mau kena H2CO3, berarti ga boleh minum coca cola, fanta, mizone, dsb. Karena yang berasa nyuss itu adalah H2CO3.
Kalau ga tahu sebabnya, ga usah ngarang ngarang lah. Malah jadi kelihatan bloon.

sisie mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
sisie mengatakan...

H2O alias aqua alias air merupakan senyawa stabil. Tidak semudah itu bereaksi dengan zat lain.

Goes Woeng Medioen mengatakan...

Maaf sprtix anda hrs bljar lgi ttg kimia, anda itu nampak bodo klo menentang Sunnah Rasulullah saw.......

Mengapa Meniup Makanan Di saat Masih Panas Tidak di Perbolehkan?
Berikut penjelasanya :

Jika kita meniup makanan yang masih panas, maka kita akan mengeluarkan gas CO2 dari dalam mulut. menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.

H2O + CO2 => H2CO3

Perlu kita tahu bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3-sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut: CO2 + H20 HCO3- + H+

Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.
Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah.

Sedangkan Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.

Kembali lagi ke permasalahan awal, dimana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.

Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.
Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara
mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.

Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun,menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian.

Nah itulah alasan mengapa kita tidak diperbolehkan meniup makanan dalam kondisi masih panas, yang ternyata sangat membahayakan jiwa kita.
Hal tersebut dalam Islam sendiri jelas sangat dilarang selain kurang etis (kelihatan serakah) juga tidak menunjukan kesabaran kita dalam menghapapi sebuah hidangan.
Meski terkadang berat “sabar” merupakan kunci dari sebuah keberhasilan, hal ini jika kita bisa aplikasikan maka kita akan terhindar dari sifat-sifat negatif sehingga imun meningkat dan membuat kita kebal terhadap serangan penyakit. Coba kita bercermin dari orang yang sabar pasti kelihatan muda dan sehat selalu.
Bagaimana dengan anda ? Masih meniup juga jika tersedia hidangan panas ?

Aandriaan mengatakan...

Rahasia Ilahi yg coba diterjemahkan dalam ilmu akal manusia, sampai kapanpun akan ada yang menyelisihi, merasa akalnya lebih tinggi, kalo niatnya menambah ilmu utk meningkatkan taqwa, nada penyampaianya pasti beda, tapi kalo yang bersangkutan hanya orang fasik, munafik, kafir dsb. lewati saja, semoga hikmah dan hidayah Allah SWT selalu

Unknown mengatakan...

Assalamu'alaikum sebelumnya saya mau tanya, kalau kita mendinginkan makanan/minuman yang panas dengan tidak ditiup melainkan dengan kipas angin, apakah boleh???
Sebelumnya terima kasih.
Wassalamu'alaikum

Ihin mengatakan...

Ente belajar kimia dimana mmgnya? Penjelasannnya panjang lebar tp tdk nyambung. Sdh jelas H20 TIDAK BISA bersenyawa dengan CO2 pada suhu ruang. Uap air (H2O) dan CO2 ada dimana2. Antara lain saat kita membuang nafas. Dengan "teori" ente semua orang sdh pasti keracunan H2CO3???

Yulita Tribrata lontokan (atha) mengatakan...

assalamualaikum...
izin copas ya...
Syukron :)

m46z mengatakan...

Wahahaha... gue belajar kimia? Makasih.. udah cukup idup puluhan taon sama dua ortu yang PhD kimia. Capek dengernya.

Pertama, gue ga sentah sentuh sunnah. Gue nyentil orang sok tahu yang sok nonjolin sunnah tapi malah jadi justru kelihatan tolol. Padahal dia sendiri masih ga tau tujuan sunnah itu apa tapi udah nyerocos kayak kaleng rombeng.

Kedua, H2O tidak bisa bereaksi dengan H2CO3 dalam keadaan gas. Untuk membuat CO2 bereaksi dengan H2O dibutuhkan suhu beku, atau katalis. Dalam suhu ruang saja tidak bisa. Kalau anda meniup niup air dalam cangkir, ga perlu uap panas, ga akan terjadi H2CO3. Mengapa? Komposisi dari H2CO3 adalah O=C(OH)2. 2 ikatan ke C, dan masing masing covalent bond sisanya ke atom OH melalui atom O. Ingat, O punya 2 buah bond.
Misalnya, contoh maksa, manusia menghembuskan H2CO3 yang sudah jadi, maka bila kita introduce 2 buah molekul H2O yaitu uap air yang anda katakan ditiup, maka akan terjadi reaksi seperti berikut:
H2CO3 + 2 H2O => H-(OH) + H-(OH) + H-O-H + O=C=O
atau yang lebih dikenal sebagai: 3 H2O + CO2

Ketiga, ada 1 sistem lagi yang tidak anda sebutkan, yang merupakan pengontrol utama keasaman darah dalam tubuh, Sistem ini terdiri dari 4 buah sistem.
Pertama, paduan dari H2CO3 dan garam NaHCO3. H2CO3 dibentuk dalam tubuh dari H2O dan CO2 dengan katalisator enzym carbonic anhydrase. Enzym ini adalah katalisator H2CO3 yang paling cepat. Reaksi normal H2CO3 adalah sekitar 15 detik, tetapi carbonic anhydrase sanggup menurunkannya hingga 10^4 molekul per detik. Enzym ini juga terkandung dalam air ludah, tetapi biasa berkonsentrasi di alveoli paru. Jadi kalau memang meniup menimbulkan asam yang berbahaya, maka air ludah yang bersentuhan dengan air dan udara akan membuat jauh lebih banyak asam H2CO3 karena katalisatornya ada di air ludah. Salah satu sebab mengapa minuman soda terasa nyuss, adalah karena H2CO3 bereaksi dengan carbonic anhydrase dalam air ludah. Enzym ini membuat polarisasi ion oksigen-hidrogen sehingga ion oksigen sedikit negatif, sehingga melemahkan ikatan, thus mempercepat reaksi pembuatan asam karbonat.

Nah, topiknya kan tubuh menjadi asam, kita ga perlu masukkan asam lemah seperti H2CO3 karena ga akan ada gunanya. Kita masukkan asam kuat yang cepat sekali melepaskan H+-nya. HCl. Bila ada HCl, maka H2CO3 akan menjadi HCO3-, dan bereaksi dengan HCl menjadi:
H2CO3 => HCO3- + H+
HCl + HCO3- => H2CO3 + Cl-
H2CO3 => H2O + CO2.
pH darah kembali normal karena HCl sudah dinetralisir.
Komponen kedua dari penyangga pertama adalah garam NaHCO3, yang adalah basa. Tetapi gue ga akan bahas, karena kita membahas asam kan?
Sistem kedua dari pengontrol tubuh adalah Na2HPO4 atau sodium hydrogen phosphate. Jg tidak perlu dibahas, ga berhubungan
System ketiga adalah protein, yang adalah penyangga terkuat, yang mengandung gugus karboksil (asam) dan amino (basa)
dan system keempat, yaitu hemoglobin. Hemoglobin mengeluarkan CO2 melalui jaringan ventilasi pulmonar dan membatasi asam karbonat yang terbentuk. Membutuhkan 1 hingga 3 menit sampai mulai bekerja. Pada waktu terjadi pH rendah, maka CO2 akan ditambahkan ke pembuluh darah, kemudian terbentuk asam karbonat H2CO3, yang kemudian akan diurai menjadi HCO3- dan H+ sehingga pH bergerak ke arah normal.

Jadi kebalikan dari yang disebut pak Goes, H2CO3 itu adalah salah satu penyangga pH tubuh yang berfungsi untuk menaikkan pH kalau tubuh asam dengan H2CO3, atau menurunkan pH kalau tubuh basa dengan mengurai dirinya sendiri menjadi HCO3- dan H+.

bumble_bee mengatakan...

sesungguhnya Alloh mengetahui apa yang kita ketahui, dan apa yang tidak kita ketahui...

Christrrel mengatakan...

Sampai kapan pun orang2 kafir(penentang Allah)tdak akn senang pd kebenaran islam,sudah dikatakan dlm alqur,an,mereka penentang islam adalah orang yg di dadanya ada iri dan dengki.Alqur,an lbh ajaib lg,smua hsilpenjumlahan kata2 dan ayat,baik yg homogen,heterogen,genap ,ganjil dsb,akan berjumlah seimbang,adakah yg bs menandingi?islam itu logika u orang2 yg mau berfikir,bukan u kafir bodoh.

Izzuddin Karim mengatakan...

wesh wesh, nt mank paling jago dah kimianya m46z. skrng pertanyaan ane nt mo ikutin sunnah apa ingkar sunnah?? jangan pada arguing, inti.a kl rasul sdh melarang itu pasti ada manfaat.a

Tolakvoa mengatakan...

Kasihan sekali melihat kehidupan kalian disini yang diatur oleh hal hal yang tidak masuk akal.
Peraturan ini peraturan konyol apalagi memakai nama agama. Aku bukan ahli kimia seperti orang orang pintar diatas jadi aku tidak bisa bicara seperti mereka. Kan nafas di berikan Tuhan jadi kalau tidak bisa menggunakan nafas dengan meniup minuman berarti nafas ciptaaan Tuhan ini rendah nilainya dibanding minuman itu. Konyol deh argumentasinya... Dan aku bisa lihat orang posting di sini merasa supreme dan merasa benar dengan memakai contoh orang kulit putih yang meniup air minum. Wake up people ini bukan jaman konyol...

Unknown mengatakan...

kalo ga mau ikut sunnah ya silahkan, jangan mengejek. Dan kalo mau ikut sunnah pun silahkan, jangan mengejek juga. Mari saling menghormati saja..

zack mengatakan...

"Keempat, kalau ga mau kena H2CO3, berarti ga boleh minum coca cola, fanta, mizone, dsb. Karena yang berasa nyuss itu adalah H2CO3. Kalau ga tahu sebabnya, ga usah ngarang ngarang lah. Malah jadi kelihatan bloon....Hikks nerangin sendiri, jawab sendiri klu dia bloon, nggak tahu yah coca cola, fanta, mizone, dsb itu emang nggak sehat buat dikonsumsi????

Primadani Setyo Prakoso mengatakan...

Nunggu sampe kiamat aja, nanti juga keliatan yang bener..

Ari Hartana mengatakan...

kata-kata bloon tolol pasti sangat mahal bagi seorang muslim dan tidak akan diobral murah.
berdebatlah dengan cara yang baik bro.....!!!

reri mengatakan...

Terlepas dari semua argumentasi yang disampaikan saudaraku sekalian, saya menikmati betul beda pendapat yang terjadi. Justru disinilah Islam membuka ruang untuk berbeda pendapat. Kalau benar maka mendapat pahala dua sedangkan bila pendapatnya keliru (bukan salah) maka tetap mendapat satu pahala. Bukankah ini indah? Saudaraku, jangan alergi berbeda pendapat karena itu justru merupakan rahmat. Mari berargumen dengan kata yang sopan demi peningkatan pengetahuan dan keimanan kita. Semoga kita semua mendapatkan rahmatNya.

pras mengatakan...

Hadeeehhh.... Gw Muslim asli dari keluarga 100% muslim.
Tapi ya ga perlu se-ekstrim itu... Meniup makanan & minuman sendiri ga perlu dipermasalahkanlah.. gapapalah itu.. tapi musti hati-hati kalo niupnya kenceng, bakal berhamburan tuh makanan/minuman..
Yang ga baik kalo kita meniup makanan orang.. apalagi belum gosok gigi, kan ga sopan banget tuh...
Trus kalo mulut lagi penuh makanan, ya jangan niup.. pati nyemburlah isi mulut tuh...
Jadi, monggo lakukan yang anda anggap baik, sepanjang itu memenuhi norma sopan santun... Adat ketimuran orang Indonesia ga perlu disangsikan juga kok, dan itu cocok untuk semua agama didunia. okay...

Rida mengatakan...

Utk m46z, sptnya tak perlu menyombongkan diri dg gelar ortu anda yg PhD, hny memperlihatkan bhw anda sendiri yg benar.
Org yg bnr2 berilmu cara penyampaian ilmunya tdk dg menjatuhkan org lain, dg kalimat yg meninggikan diri, ataupun membuat dirinya yg paling benar dg berkomentar spt itu.
Org yg berilmu pun spy ilmunya bermanfaat bagi org lain hendaknya disampaikan dg cara yg baik, bkn dg kalimat yg membloonkan org lain.
Jika anda merasa pintar, benar, mengapa anda tdk sekalian sj membuat research utk membuktikan bhw pernyataan andalah yg benar & spy diakui oleh seluruh dunia.

Cara anda menyampaikan bknnya memberi manfaat, malah menunjukkan bhw anda merasa paling benar sj.
Coba ditelaah lg ilmu yg anda miliki itu dr siapa?
Anda merasa bosan tinggal puluhan tahun dg ortu anda yg PhD Kimia klmt itu menunjukkan andalah yg benar. Org berilmu tak akan pernah berhenti belajar sampai akhir hayatnya. Di atas anda msh ada yg lbh pintar, cerdas, dan Maha Tahu ttg apa yg ada di alam semesta ini.

Jika anda ingin menyentil org lain, maka telaah lg dampak minuman bersoda thd kesehatan tubuh manusia, selain ttg Kimia, anda hrs paham jg ttg anatomi, fisiologi, patologi, maupun patofisiologi mekanisme, metabolisme tubuh manusia.

Bljrlah utk menerima pendapat org lain, krn pendapat tiap org berbeda. Lbh baik berdskusi bkn dg membloonkan, profesional dlm menyampaikan pendapat/bantahan anda dlm hal tsb.

Trims.

Rida mengatakan...

Hny saran sj, sebaiknya tdk menggunakan kipas angin klo diperhatikan kipas angin malah mebawa debu yg berterbangan & ada yg menempel di kipasnya. Kemungkinan saat makanan/minuman di didinginkan dg kipas angin, debu yg berterbangan ikut terbawa/menempel pd makanan/minuman tsb & tdk baik utk kesehatan.
Trims

K20 mengatakan...

pertanyaan ane, you mau gak minum air panas, atau lo emang orang serakah yah, air panas, makanan panas lo hantam aja, mgkn itu ajaran aliran serakah ente m46z, gak lama ente sakit radang tenggorokan, kanker tengorokan, trus mati. itu aja logika simpelnya hikmah dari sebuah sunnah dalam Al-Quran

Ikut Sunnah mengatakan...

Koq pada repot....?
Nabi melarang meniup air panas,ikutin aja...Titik!!
Saya percaya hadist itu dan akan berusaha saya ikuti tapi gak percaya bisa bikin jantungan...lewat reaksi kimia yg belum tentu kebenarannya..... itu kan bukan kata Nabi....

Beliau tidak menjelaskan apakah bisa bikin jantung, itu kan sudah argumentasi manusia, wajar kalau m46z mengkoreksi jika dianggap salah tanpa bermaksud mengkoreksi hadist....

kalau nanti ada pendapat lain yg bilang bisa dimasukin Bakteri, Virus, atau bahkan Jin... wajar kan kalau ada yg mendukung & membantah tanpa bermaksud mengkoreksi hadist

Jangan berlebihan memojokkan m46z....dia melihat ada yg salah di reaksi kimia... bukan di hadist....

Ach.Dani mengatakan...

gitu aja repot... :)

kl kita percaya berarti kita orang iman
kl kita g percaya berarti ya bukan orang iman

kl kita orang iman yg 100%... mau aturan agama itu aneh ato ga' ya ga' jd masalah, tinggal percaya nurut dan dikerjakan aja, gitu aja kok repot sih...

kl toh ada penjelasan ilmiahnya ya Alhamdulillah... berarti rahasianya sdh terungkap, kl blm ada penjelasan ilmiahnya ato msh kontroversi menurut ilmu manusia berarti Allah belum berkehendak utk diungkap skg. Maybe next time kle ya... :)

Kita manusia kyknya hrs lbh byk bljr lg utk menjangkau ilmu2 yg msh blum terungkap itu. Gitu aja kok repot... hehe...

Piss... Salam islah dan ukhuwah...

Johan Sanjaya Adia Putra mengatakan...

Sssttt mau pinter ato bodo... sudah dijelaskan kalo ngejelasin pake adab/sospan santun... hehehhe haduh adu argumen kaya lebih pinter dari satu sm lain. istigfar, kalo Allah mau detik ini juga dibikin lupa ingatan juga bisa, mau doktor, profesor, gelarnya apa aja, itu cuma gelar akademik dr manusia, mati juga sm gelarnya Alm. bener gag? mau sekolah doktor mau sekolah minggu mau sekolah apa aja, yg penting setiap pesan nabi itu pasti ada mkasud dan tujuannya. demi kebaikan kita semua.. ya kalo org awam seperti saya yang penting ikut nasihat, baca bismillah sebelum minum dan Hamdallah setelah minum hahahahha

aDAm mengatakan...

Saudaraku sekalian, ijijnkan saya berargumen ya?
Silakan saudaraku2 sekalian berargumen ttg masalah Bikarbonat dan kawan2nya. Saya punya teori lain:
H2CO3 tidak semudah itu terbentuk dan tidak semudah itu pula membahayakan tubuh. Sejatinya bikarbonat malah dibutuhkan tubuh agar tercipta lingkungan optimal untuk kelangsungan respirasi, konduksi saraf, cardiovaskuler, pencernaan, dll.

Tapi fokus saya mengenai hadist ini bukanlah H2CO3, melainkan mikroorganisme patogen (pembawa penyakit). Seperti yg kita ketahui, ada banyak mikroorganisme patogen pada sistem respirasi (pernapasan) yang tahan panas dan bandel dan tidak semua orang sehat itu sehat, bisa saja ia membawa mikroorganisme ini tanpa mengalami sakit disebabkan imunitasnya kuat. Saat meniup, mikroorganisme yg tinggal di saluran napas bawah (setelah faring) ini berkesempatan keluar tubuh dan menempel pada wadah, lain halnya ketika kita langsung minum (bibir menyentuh wadah), maka saluran napas tertutup oleh epiglotis, mikroorganisme ini gak bisa lewat. Makhluk yg nempel ini bisa saja tidak hilang saat wadah tsb dicuci, dan berkesempatan menginfeksi orang lain yg ikut menggunakan wadah tersebut jika imunitasnya sedang tidak optimal.

Bagaimanapun juga, sebagai seorang muslim, kita wajib percaya dan melaksanakan perintah Allah swt yg disampaikan oleh utusanNya, Rasulullah saw.
SALAH JIKA ADA YANG MENGATAKAN BAHWA AGAMA TIDAK BISA DIBAWA2 KE DALAM ILMU SAINS!!! Justru agama Islam memerintahkan kita untuk menuntut ilmu. Penemuan2 ilmu sains berperan SEBAGAI PENGOKOH KEIMANAN DALAM ISLAM.

Biar kesannya saya gak ngawur, saya berlatar belakang kesehatan (kedokteran).
Semoga bisa membantu. :D
Jazakallahu khair

Ardizain mengatakan...

Allah yang Maha MENGETAHUI...
Sami'na wa atho'na... Apapun alasannya, sunnah itu mendatangkan pahala bila dikerjakan.... Insya Allah..

Irvan taufiq mengatakan...

Assalamu'alaikum

sebelum nya maaf seribu maaf untuk yang berdebat,alangkah baik nya memilih kata2 yang lebih baik.jika mau menyanggah tidak ada salah nya dengan ucapan lain exp : maaf yang saya tahu A,b,c ,,, dan maaf begitupun yang menanggapinya jika bisa jangan di sisipi kata celaan lagi.

tapi terima kasih atas posted nya jika ini shahih insyaAllah akan saya jalan kan sekemampuan saya ( sifat manusia pelupa )karena saya yakin jika benar shahih pasti ada sebab akibat yang di timbulkan.sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kita ketahui, dan apa yang tidak kita ketahui.

sigulajawa mengatakan...

hadist jika ditambahkan dengan pemikiran orang "bukan nabi"..
malah jadi merusak...

didy mengatakan...

pemuja otak koq bangga...hhmmm
heeerrraaannn
ingat kawaann otakmu bukan segalanya, otakmu terbatas dan otakmu bukan Tuhan..

pujalah yang Maha Benar yaitu Allah

Maryam mengatakan...

Assalamualaikum. Tolong sbelum copas dan disebarkan ke publik luas untuk alasan science nya, mohon ditelaah dl kebenarannya. Atau cukup di-copas sampai dunah Rasululloh SAW saja. Sbg muslim intelek, kita hrs open dgn kritik n kebenaran. Tuntunan Rasululloh SAW jg untuk mengingatkan sesama muslim dlm hal kebaikan. Krn setiap gerak,akan dimintai pertanggungjawaban olehNya kelak. Wa'allah u allam bishohwab.

Desa Pekandangan mengatakan...

Betul Mbak..

Wahahaha... gue belajar kimia? Makasih.. udah cukup idup puluhan taon sama dua ortu yang PhD kimia. Capek dengernya.

memang terdengar sombong....mantap sombongnya Gan...

Perlu multi disiplin ilmu untuk mengungkap rahasia Sunnah....

rayssutan mengatakan...

assalamualaikum
buat penulis jangan asal copas
Hal ini seperti yang diriwayatkan dari seorang sahabat,
نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ
“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.“
seperti anda buat dari mana anda tau ini perkataan sahabat ?
dasar nya dari mana dari kitab mana, jgn asal tulis

kemudian jika anda tidak dalam tentang ilmu lughah "bahasa arab" jangan asal terjemah, anda harus tau tentang hadisr ulumul hadist, yang akhirnya membuat anda seperti menghubungkan supaya terlihat hadist itu sesuai dengan saint. jika ini konsumsi anda sendiri saya setuju, tapi buat konsumsi publik, sangat disayangkan dengan keterbatasan ilmu anda, dalam menafsirkan hadist

aizat mengatakan...

H2CO3 boleh berlaku
FIKIR SEJENAK
adakah CO2 dalam tissue cell
boleh diangkut terus ke lung?
jawapannya boleh sbb
CO2 dari tissue cell bergabung dengan red blood cell to form H2CO3 with catalyst by acid anhydrase

Agung mengatakan...

1. Gak pernah ada kasus orang mati gara2 minum minuman panas yg di tiup
2. Hukum islam yg paling kuat ada di Al-Quran, Kedua itu Hadist.
3. Hadist pun perlu di kaji, karena hadist adalah semua kata-kata dan perilaku Rasul yg di nilai oleh orang yg pernah melihatnya, Kalau hadist itu datang dari sahabat Rasul itu masih kuat, kalau datang dari selain sahabat Rosul kayaknya harus di balikkan pada hukum di Al-Quran yg mendekati hukum itu.
4. Menurut saya semua hukum di Alquran itu intinya agar kita tidak menganiaya diri sendiri dan orang lain. Jadi sesuatu yg merugikan diri sendiri dan orang lain pasti di larang, misal minum alkohol, dll. Jadi Walau merokok gak di sebutkan secara pasti dalam Al-Quran, maka menurut saya merokok dapat merugikan diri sendiri dan orang lain sehingga menurut saya Haram. Jika dikembalikan pada meniup air panas tadi, maka bisa di simpulkan bahwa sumbernya bukan dari Al-Quran, sehingga silahkan mengkaji secara Ilmiah, dan pendapat setiap orang bisa beda. Jika menurut anda gak baik tapi tetep aja di lakukan ya anda salah, tapi kalau menurut anda itu gak masalah di lakukan ya lakukan aja, toh meniup air yg panas malah melindungi mulut kita agar tidak sakit

yudishtira mengatakan...

Ilmu manusia cuma setetes air dari samudra dibandingkan ilmu Allah, yang menciptakan dan menguasai ratusan milyar galaksi di alam semesta beserta isinya.

1. Jangan sombong dengan ilmu atau apapun yang kita punya.
2. Akui kesalahan kalau memang salah.
3. Sunnah Rasul boleh dijalankan boleh tidak, sebaiknya dijalankan. Tapi bukan berarti harus diikuti mentah-mentah. Rasulullah SAW bagaimanapun juga manusia, bukan tuhan dan punya keterbatasan. Misal, kita nggak harus mengganjal perut dengan batu kalau lagi kelaparan, dan nggak harus pake siwak untuk membersihkan gigi. Tapi kalau mau diikutin silahkan.
4. Hati-hati, banyak hadits2 palsu bertebaran di internet, atau hadits2 yang shahih tapi artinya nggak sama. Silahkan telaah sendiri pakai akal dan pikiran hadits2 yang nggak masuk akal.
5. Jalankan agama dengan wajar, karena Allah tidak suka orang yang berlebih-lebihan terutama dalam agama.

Iman Arianto mengatakan...

aneh kalian semua... sok merasa pinter

imam al nawawi banteni mengatakan...

buat anda yg lgi mengadu argumentasi...

(jika anda Islam maka tau donk yg namanya sunnahtullah...?jika anda tau buat apa anda mengargumentasikan sunahnya rosul...
sedangkan para sahabat nabi tdk pernah mempertanyakan sunnahtullah beliau..)))

imam al nawawi banteni mengatakan...

sorry broo ane, perbaiki penjelsan antum,penjelasan yg no 3 broo..
di atas menjelas kan rosul itu manusia ,its oke antum benar sekali..
yg jdi pertanyaan ane apkah rosul prnah berbuat kesalahn kpda sahabatnya and juga umatnya...?
tlng jwab yach broo..

imam al nawawi banteni mengatakan...

sorry broo ane betulkan penjelasan antum yg no 3,di atas menerangkan nabi adlah manusia,its oke anda betul sekal,tpi ane ada pertanyaan nie buat ente...
apakah nabi pernah berbuat kesalahan kpda umatnya and kpda para sahabatnya...?

arman mengatakan...

Ternyata dishahihkan oleh Al-Albani ya? Buang2 energi saja kaian berdebat soal hadits pegangan Wahaboy. Kaum satu ini memang sering bikin umat Islam ribut sendiri.

Didik mengatakan...

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ini mohon maaf semuanya..
Sesama umat harusnya menghindari perdebatan kusir..

Saya tidak membela keduanya..
Hanya saja saya ingin menekankan bahwa perdebatan ini terjadi bukan karena sunnah itu sendiri..
Tapi karena penelitian yang dijabarkan penulis.

Masalah hadist shahih tidak berhubungan dengan benarnya penelitian.
Sehingga apapun hasil penelitian baik positif maupun negatif hanya akan berdampak pada pengetahuan.
Tidak akan membatalkan maupun menguatkan hadist tersebut.
Karena penelitian manusia tidak bersifat pasti, bisa saja di masa mendatang teori-teori tersebut sudah tidak layak seperti halnya manusia jaman dahulu yang percaya bahwa bumi datar.

Oleh karena itu sebaiknya fokus kepada hadistnya..
Kalau memang penelitian yang dijabarkan penulis benar, tolong disertakan bukti ilmiahnya..
Kita harus mengakui apabila ada kekurangan, dan tidak menyembunyikan kebenaran karena faktor gengsi atau malu..
Sebaliknya juga saudara m46z, tolong sampaikan pengetahuan anda dengan cara yang lebih persuasif dan diplomatis (sopan dan tetap menghargai).
Bila kita sama2 muslim, ingatlah bahwa Allah tidak menyukai perdebatan.
Semoga dapat ditelaah dan dimengerti.

Terimakasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Rojokloyong mengatakan...

penilaianku blog yg cukup bagus, dinilai dari sisi informasi, semangat dakwah, open argumentasi, keilmiahan lumayan cukup
namun prinsip ilmiah, "nothing final about research"

catatan:
1. bagi mereka yg mendukung dg argumentasi ilmiah itu bagus
2. bagi mereka yg menyangga dg argumentasi ilmiah juga bagus

hny yg pake kalimat bloon, tolol PASTI org yg TIDAK BAGUS

CATATAN:
- sepanjang peradaban sains belum pernah terdapat ilmuwan yg menyobongkan dirinya untuk penelitian yang trial & errornya masih tinggi dan ini bersifat researcable, apalagi menyebut2 nama ortu yg brgelar PhD??? hahaha
- omong kosong??? kalau tidak kosong siapa namamu? siapa ortu kamu??? kuliah dimana???

Tapi tetap kami maklumkan

(saya dokter)

Cleo Brassiere mengatakan...

setuju coi

BOWIE ANAM mengatakan...

Subhanallah ... Semoga apa yang kita perdebatkan dan kita kaji mampu memberikan kita kekuatan untuk menjalankan ibadah diJalanNya ... amin ...

bagaimana mengatakan...

Oooo gitu ya .. jadi ?

Wira F Irsan mengatakan...

asalam saudara2 sekalian...

saya sempat membaca artikel dan komentar yang ada...

terlepas dari kekurangan yang ada, saya melihat ini sebagai hipotesa yang perlu dibuktikan, bukan di debat kusirkan.. toh kalau ada yang memiliki ilmu lebih dari Allah, mohon sampaikan dengan santun :)

terima kasih.. wasalm.wr.wb

Wira F Irsan mengatakan...

maksud saya dibuktikan ini adalah dibuktikan secara ilmiah, berapa sampel yang dipakai, kerangka penelitian.. dll dll nya.. sehingga ada bukti untuk membenarkan atau menyanggah. tp ilmu pengetahuan terlalu sangat luas untuk dikatakan kebenaran 100%...hanya Allah yang Maha Tahu, semoga kita semua di beri petunjuk. Amin

pras mengatakan...

Keliling Indonesia naik sepeda.... Capee deeehhh....
Selain kita belajar Agama yang berisi Firman & Sunnah, Belajar science disekolah, Jangan lupa belajar norma adat & sopan santun sama orang-orang yang lebih tua dan bijaksana...

Hidup akan jauh lebih baik, nyaman dan menyenangkan. Dijamin!!!

Kevin Allan mengatakan...

klo panas dan dalam kondisi terburu2 pasti ane tiup gan..klo pas nyantai ya di minum dikit..trus diemin...tapi ttp sebisa mungkin mengikuti Sunnaturrasul..soal hikmah kimianya no comment deh ga tau soalnya..yg pasti Semua ini baik untuk kita

rissasabri mengatakan...

Hebohhh ya.....

icukpwt mengatakan...

ASLKM.

SAYA MAU MENAMBAHKAN=
1. HADITS TENTANG MENIUP MAKANAN SEBAIKNYA KITA BERSIKAP SAMI,NA WA ATO'NA

2. SAYA BEBERAPA KALI MENEMUI TULISAN SEORANG USTADZ YANG MEMPUNYAI ILMU AGAMA YANG TINGGI, NAMUN MEMPUNYAI ILMU UMUM YANG SANGAT KURANG.

KEMUDIAN USTADZ TSB MEMBUAT SEBUAH DALIL TENTANG HAL BARU YANG MENYESATKAN.

CONTOHNYA= HUKUM MENJUAL PUPUK KANDANG.
KETIKA SAYA MEMBACA PENJELASAN USTADZ TSB, TERLIHAT SEKALI KALAU ILMU USTADZ TENTANG PUPUK KANDANG MASIH SANGAT SEDIKIT, NAMUN SUDAH BERANI MEMBUAT DALIL/ IJTIHAD.
TENTU SAJA HASILNYA NGAWUR DAN BISA BIKIN BINGUNG UMAT ISLAM.

(kebetulan saya lulusan fakultas pertanian)

SEMOGA BISA MENJADI BAHAN RENUNGAN.

Yukitha Adora mengatakan...

,,,,jgn rbud ribud antara p!nter n bodo..
ingat otkmu tu cuma pegel!ntir debu di mata allah.,,,,jd imjgat lah sm yg dia tas... belau blang tdk ea jgn lo laku!n...krn it yg trbaex bj!mu... oc...

Farida mengatakan...

Bismillaahirrohmaanirrohiimi.
Assalaamu'alaikum wr.wb.

Subhaanallooh....Allohuakbar....3x
Itulah keindahan dan kebenaran ajaran islam, sampai yg sekecil2nya diperhatikan dan ada tauladannya, contoh lain hal2 yg sepele yg di contohkan oleh nabi kita (Muhammad s.a.w) keluar dan masuk Kamar Mandi, ada Do'a dan adabnya. Olh krn itu menyikapi sunah meniup minuman/makanan yg msh panas ini kt bs ambil ibrohnya yaitu :
a. Bhw perbedaan itu indah dan itu di sunahkan dlm Islam.
b. Kita di ajarkan untuk melatih kesabaran dlm setiap tindakan kita.
c. Bahwa akal dan pikiran manusia itu sangat terbatas, sedang ilmu Alloh itu maha luas, ibaratnya jika semua pohon di bumi ini di jadikan penanya dan air lautan semua dijadikan tintanya, mk ilmu Alloh tdk akan habis ditulisnya.
Sekian dr alfakir jk ada slh kt mhn ma'af. niti links : http://fbfresh.com
Wassalamualaikum wr.wb

Kendra gigit mengatakan...

subhanallah,,,
mampir dulu yuk ke www.waralaya.com

deta bzi mengatakan...

Tau gak , klo niup minuman panas sebelum di minum itu adalah tindakan bodoh ? emang bisa gitu niup minuman sblum di minum itu nurunin suhunya ? Yg bner itu uddara dingin yg di hembuskan, but rongga tenggorokan dan mulut jd lbih dingin, jd seruput dikit2 gak keras panas ~~ bukan masalah kimia2an..

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►

Recent Post

Kisah Sedekah Yang Salah Alamat


Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau berkata kepada mereka,

“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.

“Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

“Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu.

“Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam,’Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

Maka, dia kemudian, dengan cermat, mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu.

Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, ‘Ya Allah! Segala puji ha¬nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!’

Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu.”

(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah, Ahmad Rofi ‘Usmani)

Bersedekahlah Setiap Hari



“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.

Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”,

sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)”

(HR Bukhary 5/270)

Lihat catatan keuangan anda/keuangan perusahaan anda diakhir tahun ini!
Apakah pengeluaran lebih besar dari pemasukan? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang pailit.
Apakah pengeluaran dan pemasukan seimbang? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang rugi.
Apakah pemasukan lebih besar dari pengeluaran? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang beruntung.
Hari ini mesti lebih baik dari ari kemarin dan hari esok meski lebih baik dari hari ini.

Perbanyak infaq anda jika anda mengalami kerugian, jangan berhenti berinfaq ketika anda meraih keuntungan yang banyak. Justeru semakin banyak untung, akan semakin keranjingan berinfaq.

Ayo salurkan sebagian rezeki anda kepada orang-orang yang ada di sekitar anda, atau juga bisa melalui program yang kami tawarkan berikut ini :

1. Zakat
2. Infaq/shadaqah
3. Wakaf
4. Anak Yatim

Salurkan sebagian rezeki anda melalui salah satu nomor rekening berikut :
--> Bank Muamalat (Share) No Rek. 923 51458 47
--> Bank BNI Syariah No Rek. 0183033322 KC. Syariah Tanjung Karang,
--> Bank Syariah Mandiri No Rek. 0427083747 Cabang Bandar Lampung
--> Bank Mandiri No Rek. 114-00-0594415-5 KC. Kotabumi
--> Bank BRI No Rek. 0155-01-027512-50-8 KC. Kotabumi.
--> Bank BCA No Rek. 8110330589 KCP Kotabumi
Semua atas nama Wagimin.

Mohon konfirmasinya seberapapun harta yang anda infaqkan

Bila sudah ditransfer mohon konfirmasi via SMS ke nomor HP 0857 6999 7731 caranya :


1. Zakat
Ketik : ZAKAT_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : ZAKAT 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 200 .000,-

2. Infaq/shadaqah
Ketik : INFAQ_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : INFAQ 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 50.000,-

3. Waqaf
Ketik : WAQAF_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : INFAQ 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 5.000.000,-

4. Anak Yatim
Ketik : YATIM_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : YATIM 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 300.000,-


Terimakasih atas partisipasinya kepada rekan-rekan yang telah berbagi terutama buat mereka yang belum melakukan konfirmasinya, semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan menjadi amalan yang akan memperberat amal kebaikan di yaumil akhir.

Agenda Harian

Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal yang akan memperberat timbangan kebaikan di yaumil akhir, berikut rangkaian yang bisa dilakukan

1. Agenda pada sepertiga malam akhir

a. Menunaikan shalat tahajjud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat witir

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga azan subuh

Rasulullah saw bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata: “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari Muslim)


2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan azan untuk shalat subuh

” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah fajar di rumah dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (Muslim)

وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi saw pada dua rakaat sunnah fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad”.

c. Menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid –khususnya- bagi laki-laki.

Rasulullah saw bersabda:

وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh” (Muttafaqun alaih)

بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al-Quran hingga waktu iqamat shalat

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak” (Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)

e. Duduk di masjid bagi laki-laki /mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi

Dalam hadits nabi disebutkan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

” Nabi saw jika selesai shalat fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (Muslim)

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya waktu fajar itu disaksikan (malaikat). (Al-Isra : 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan shalat Dhuha walau hanya dua rakaat

Rasulullah saw bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat kerja atau belajar dengan berharap karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ

“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (Bukhari)

Dalam hadits lainnya nabi juga bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (Muslim)

d. Menyibukkan diri dengan dzikir sepanjang hari

Allah berfirman :

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah maka hati akan menjadi tenang” (Ra’ad : 28)

Rasulullah saw bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah” (Thabrani dan Ibnu Hibban) .

5. Agenda saat shalat Zhuhur

a. Menjawab azan untuk shalat Zhuhur, lalu menunaikan shalat Zhuhur berjamaah di Masjid khususnya bagi laki-laki

b. Menunaikan sunnah rawatib sebelum Zhuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Zhuhur

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (Muslim).

6. Agenda saat dan setelah shalat Ashar

a. Menjawab azan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada)

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ

“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna”. (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah

Rasulullah saw bersabda:

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya”.

Agenda prioritas:

Membaca Al-Quran dan berkomitmen semampunya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al-Quran

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media

c. Menyibukkan diri dengan doa

Rasulullah saw bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah”

8. Agenda setelah terbenam matahari

a. Menjawab azan untuk shalat Maghrib

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki)

c. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat

d. Membaca dzikir sore

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya lalu melangkahkan kaki menuju masjid

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (Muslim)

9. Agenda pada waktu shalat Isya

a. Menjawab azan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid

b. Menunaikan shalat sunnah rawatib setelah Isya – 2 rakaat

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturahim

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid

e. Dakwah melalui media atau lainnya

f. Melakukan mudzakarah

g. Menghafal Al-Quran

Agenda prioritas

Membaca Al-Quran dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk:

- Membaca ½ hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 1 kali

- Membaca 1 hizb dari Al-Quran untuk mendapatkan khatam Al-Quran sebanyak 2 kali

- Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.


Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah insya Allah. Allahu a’lam

Jazaakillah

Sedikit revisi dari : http://www.al-ikhwan.net/agenda-harian-ramadhan-menuju-bahagia-di-bulan-ramadhan-2989/


Sedekah yang Utama

Shadaqah adalah baik seluruhnya, namun antara satu dengan yang lain berbeda keutamaan dan nilainya, tergantung kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan proyek atau sasaran shadaqah tersebut. Di antara shadaqah yang utama menurut Islam adalah sebagai berikut:

1. Shadaqah Sirriyah

Yaitu shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Shadaqah ini sangat utama karena lebih medekati ikhlas dan selamat dari sifat pamer. Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:271)

Yang perlu kita perhatikan di dalam ayat di atas adalah, bahwa yang utama untuk disembunyikan terbatas pada shadaqah kepada fakir miskin secara khusus. Hal ini dikarenakan ada banyak jenis shadaqah yang mau tidak mau harus tampak, seperti membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan lain sebagainya.

Di antara hikmah menyembunyikan shadaqah kepada fakir miskin adalah untuk menutup aib saudara yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah, bahwa dia orang papa yang tak punya sesuatu apa pun.Ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam ihsan terhadap orang fakir.

Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alihi wasallam memuji shadaqah sirriyah ini, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk dalam tujuh golongan yang dinaungi Allah nanti pada hari Kiamat. (Thariqul Hijratain)

2. Shadaqah Dalam Kondisi Sehat

Bersedekah dalam kondisi sehat dan kuat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan tipis harapan kesembuhannya. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Shadaqah yang paling utama adalah engkau bershadaqah ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian." (HR.al-Bukhari dan Muslim)

3. Shadaqah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. 2:219)

Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Tidak ada shadaqah kecuali setelah kebutuhan (wajib) terpenuhi." Dan dalam riwayat yang lain, "Sebaik-baik shadaqah adalah jika kebutuhan yang wajib terpenuhi." (Kedua riwayat ada dalam al-Bukhari)

4. Shadaqah dengan Kemampuan Maksimal

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alihi wasallam,
"Shadaqah yang paling utama adalah (infak) maksimal orang yang tak punya. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu." (HR. Abu Dawud)

Beliau juga bersabda,
"Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham." Para sahabat bertanya," Bagaimana itu (wahai Rasululullah)? Beliau menjawab, "Ada seseorang yang hanya mempunyai dua dirham lalu dia bersedakah dengan salah satu dari dua dirham itu. Dan ada seseorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya." (HR. an-Nasai, Shahihul Jami')

Al-Imam al-Baghawi rahimahullah berkata, "Hendaknya seseorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan untuk dirinya kecukupan karena khawatir terhadap fitnah fakir. Sebab boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan infak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Shadaqah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasululllah shallallahu ‘alihi wasallam tidak mengingkari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuyang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga beliau tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Nabi khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak hutang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar hutang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meski sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan juga itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin.” (Syarhus Sunnah)

5. Menafkahi Anak Istri

Berkenaan dengan ini Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Seseorang apabila menafkahi keluarganya dengan mengharapkan pahalanya maka dia mendapatkan pahala sedekah." ( HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda,
"Ada empat dinar; Satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar engkau berikan untuk memerdekakan budak, satu dinar engkau infakkan fi sabilillah, satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu. Dinar yang paling utama adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu." (HR. Muslim).



6. Bersedekah Kepada Kerabat

Diriwayatkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha'. Ketika turun ayat,
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai." (QS. 3:92)

Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah dan mengatakan bahwa Bairuha' diserahkan kepada beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak beliau. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam menyarankan agar ia dibagikan kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi tersebut dan membaginya untuk kerabat dan keponakannya.(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alihi wasallam juga bersabda,
"Bersedakah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat maka ada dua (kebaikan), sedekah dan silaturrahim." (HR. Ahmad, an-Nasa'i, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan, adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok, yaitu:

  • Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,
    ”(Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” (QS. 90:13-16)
  • Kerabat yang memendam permusuhan, sebagaimana sabda Nabi,
    "Shadaqah yang paling utama adalah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzai, Shahihul jami')

7. Bersedekah Kepada Tetangga

Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam surat an-Nisa' ayat 36, di antaranya berisikan perintah agar berbuat baik kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. Dan Nabi juga telah bersabda memberikan wasiat kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,
"Jika engkau memasak sop maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu." (HR. Muslim)

8. Bersedekah Kepada Teman di Jalan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang untuk keluarganya, dinar yang dinafkahkan seseorang untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang diinfakkan seseorang kepada temannya fi sabilillah Azza wa Jalla." (HR. Muslim)

9. Berinfak Untuk Perjuangan (Jihad) di Jalam Allah

Amat banyak firman Allah subhanahu wata’ala yang menjelaskan masalah ini, di antaranya,
“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah.” (QS. 9:41)

Dan juga firman Allah subhanahu wata’ala,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. 49:15)

Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Barang siapa mempersiapkan (membekali dan mempersenjatai) seorang yang berperang maka dia telah ikut berperang." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Namun perlu diketahui bahwa bersedekah untuk kepentingan jihad yang utama adalah dalam waktu yang memang dibutuhkan dan mendesak, sebagaimana yang terjadi pada sebagian negri kaum Muslimin. Ada pun dalam kondisi mencukupi dan kaum Muslimin dalam kemenangan maka itu juga baik akan tetapi tidak seutama dibanding kondisi yang pertama.

10. Shadaqah Jariyah

Yaitu shadaqah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaat dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim).

Di antara yang termasuk proyek shadaqah jariyah adalah pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih dan proyek-proyek lain yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sumber: Buletin “Ash-Shadaqah fadhailuha wa anwa’uha”, Ali bin Muhammad al-Dihami.

http://www.lazyaumil.org/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=101
 

Copyright © 2012. Mari Benahi diri - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Bamz