“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari) <---> Bagi yang membaca ini alangkah baiknya untuk membagikan pada yang lain, Ayo silahkan dishare.... Teruskan ilmu, jangan disimpan sendiri...

Salurkan rezeki anda melalui rekening berikut :

--> Bank Muamalat 3560009874 --> Bank Mandiri 114-00-0594415-5
--> Bank BRI 228401000197560 --> Bank BCA 8110330589

Do'a-do'a Pilihan (2)

6. Doa sekitar Pernikahan

Artinya:"Segala puji bagi Allah dan shalawat dan dalam untuk utusaan-Nya, aku mengaku bahwasannya tak ada Tuhan yang disembah melainkan Allah sendiri-Nya tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya mengaku bahwasanya Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Saya datang kepada tuan-tuan karena menghendaki gadu tuan, yakni si Anu, atau saudara tuan, si Pulan anak si Pulan. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh seseorang yang akan melamar (meminang) perempuan, yaitu dibaca sebelum berbicara apa-apa. Demikian Al-Nawawi menjelaskannya.

Artinya: "Segala puji bagi Allah, kami meminta pertolongan kepada-Nya dan kami Meminta ampunan kepada-Nya. Kami berlindung dengan Allah dari kejahatan diri kami. Barangsiapa ditunjuki Allah, tiadalah ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan Allah, tiadalah ada yang dapat menunjukinya. Saya akui bahwasanya tak ada Tuhan melainkan Allah sendirinya. Tak ada sekutu bagi-Nya. Saya akui bahwasanya Muhammad itu hamba-Nya dan Rasul-Nya. Wahai segala manusia, berbaktilah kepada Tuhan yang telah menjadikan kamu dari suku yang satu, dan menjadikan dari suku yang satu itu pasangannya, dan menghamburkan dari dua sepasang itu banyak lelaki dan perempuan. Dan berbaktilah kepada Allah yang kamu bertanya-menanya dengan Dia dan berbaktilah kepada segala rahim-rahimmu, bahwasanya Allah itu senantiasa menjadi pengintip atas dirimu, "Wahai segala mereka yang beriman berbaktilah kepada Allah dengan secukup-cukup bakti, dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan kamu menyerah diri kepada Allah. Wahai segala mereka yang beriman berbaktilah kepada Allah, dan bertuturlah dengan tutur yang benar, supaya diperbaiki untukmu segala amalanmu dan supaya diampunkan untukmu segala dosamu, dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia memperoleh kemenangan yang besar. "
Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika akan mengakadkan pernikahan, atau disebut juga doa ini sebagai khutbah nikah.
Hal ini pula yang diajarkan Nabi Saw. kepada para sahabatnya Demikian menurut riwayat Abû Dâud, Al- Turmudzi, Al-Nasâ'i, dan Ibnu Majah.

Artinya: "Mudah-mudahan Allah memberi berkat untukmu dan mengumpulkan kamu berdua dalam kebajikan. "
Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika kita mengunjungi orang yang baru kawin. Imam Abû Dâud meriwayatkan, Nabi apabila mendatangi seseorang sahabat yang baru kawin, ia mengucapakan doa ini kepadanya. Hal ini terjadi ketika ' Abdu ar-Rahman bin' Auf mengabarkan kepada Nabi Saw., bahwa ia telah menikah, kemudian Nabi Saw. mengucapkan doa ini, demikian dalam riwayat Al-Bukhârî.

Artinya: "Mudah-mudahan Allah memberkati untuk masing-masing kita terhadap, sahabatnya "
Penjelasan:
Doa ini juga dibaca ketika mengunjungi orang yang sedang nikah, atau baru nikah

Artinya: "Mudah-mudahan Allah memberkati untuk masing-masing kita terhadap sahabatnya.
Penjelasan:
Doa ini dibaca oleh suami kepada isterinya, yaitu ketika selesai akad nikah, dan si suami akan bertemu dengan isteri, maka doa ini dibaca.
Setelah itu si suami boleh juga menambah bacaan dengan doa dibawah ini:


Artinya: "Wahai Tuhanku, aku memohon kepadamu kebajikannya dan kebajikan thabi'atnya;. dan aku berlindung kepadamu dari kejahatannya dan kejahatan thabi 'atnya.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, wahai Tuhanku, jauhkanlah kami dari syaithan dan jauhkanlah syaithan dari rezeki yang, Engkau berikan kepadanya. "
Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika pasangan suami isteri akan berjima (berhubungan). Al-Bukhârî menjelaskan, Nabi Saw. bersabda: "Sekiranya salah seorang kamu mendekati isterinya (menjima isterinya) seraya membaca doa ini, lalu berhasillah dengan jima itu seorang anak, niscaya anak itu tidak dapat dimadharatkan syaithan. "

Artinya:"Betapa engkau dapati ahlimu, mudah-mudahan Allah memberi berkah kepadamu. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca isteri kepada suaIni setelah suami mendukhulnya (bersenggama). Dalam riwayat Al-Bukhârî dijelaskan: bahwa Nabi Saw. setelah memasuki kamar Zainab beliau menemui 'Aisyah. Maka setelah salam (bersalaman), Aisyah mengucapakan doa ini. Semua isteri Nabi melakukannya.
7. Doa Sekitar Orang Mati

Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah akan dia dan angkatlah derajatnya beserta orang-orang yang mendapat petunjuk dan berilah gantinya dalam keturunannya yang akan datang, ampunilah akan kami dan akan dia wahai Tuhan semesta alam, dan luaskanlah kuburan dan terangilah kuburannya. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca setelah kita memejamkan mata orang mati, dan Nabi Saw. pun melakukannya.

Artinya: "Wahai Tuhanku, ampunilah akan aku dan dia, dan berilah kepadaku daripadanya ganti yang baik. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika kita berada disisi mayit.
Dalam riwayat Imam Muslim, hal ini dipraktekkan oleh Ummu Salamah ketika Abu Salamah meninggal. Yaitu ketika Abu Salamah meninggal, Ummu Salamah memberi kabar kepada Nabi Saw. bahwa Abu Salamah meninggal dunia Maka Nabi Saw. menyuruh membaca doa ini di sisi Abu Salamah.

Artinya: " Bahwasannya kami kepunyaan Allah dan bahwasannya kami akan kembali kepada-Nya. Tuhanku, pahalailah aku dan gantilah untukku yang lebih balk daripadanva. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika salah seorang keluarga kita meninggal. Ummu Salamah ketika suaminya (Abu Salamah) meninggal, ia membaca doa ini, dan ini pula yang diajarkan Nabi Saw. kepadanya.
Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Adzkar, Imam Muslim meriwayatkan: "Ummu Salamah mendengar Nabi SAW bersabda: Tidak ada seorang hamba yang ditimpa suatu bencana (kematian) lalu ia membaca doa ini, melainkan Allah memberi ganti yang lebih baik dari yang mati itu. "

Artinya: "Bahwasannya kami kepunyaan Allah dan bahwasannya kami kembali kepada-Nya dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Wahai Tuhanku tuliskanlah akan dia beserta orang-orang yang muhsin dan jadikanlah kitabnya di dalam surga yang tinggi dan berilah gantinya auntuk ahlinya yang akan datang dan janganlah Engkau haramkan kami dari pahalanya dan janganlah Engkau memberi percobaan-percobaan kepada kami sesudahnya."
Penjelasan :
Doa ini dibaca ketika mendapat berita bahwa sahabat kita meninggal. Sabda Nabi Saw. sebagaimana diriwayatkan Ibnu Sunnî r.a: Apabila sahabatmu meninggal (sesudah mendapat berita). Bacalah doa ini.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menolong hamba-Nya dan membesarkan agama-Nya. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika mendengar berita kernatian seseorang musuh agama. Dan hal ini dilakukan Nabi Saw. ketika mendengar kematian Abu Jahal, demikian riwayat Ibnu Sunni dan Ibnu Mas'ud r.a dalam kitab Al-Adzkar.

Artinya: "Semoga Allah membesarkan pahalamu, membaguskan hiburanmu dan mengampuni dosa orang matimu. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika berta'ziah kepada sesama muslim.


Artinya: "Mudah-mudahan Allah membesarkan pahalamu dan membaguskan hibran hatimu. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika kita berta'ziah kepada orang mati yang kafir.

Artinya: "Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang hidup yang tidak mati".
Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika melihat jenazah diusung

Artinya: "Ya Tuhanku, telah diserahkannya kepada-Mu oleh anak-anaknya, ahlinya, kerbatnya dan saudara-saudaranya dan ia telah bercerai dengan orang-orang yang menyukai kedekatannya. la keluar dari lapangan dunia dan kehidupan masuk ke dalam kegelapan kubur dalam kesempitannya. la datang kepada Engkau, Engkaulah sebaik-baik orang yang didatangi. Jika Engkau siksanya. maka adalah karena dosanya. Dan jika Engkau ma 'afkan, maka Engkaulah yang sangat patut memberikan ma'af Engkau tak perlu mengadzabnya, sedang dia sangat benar berhajat kepada rahmat Engkau Wahai Tuhanku, syukurilah kebajikannya, ampunilah keburukannya, lindungilah akan dia dari 'adzab kubur. Kumpulkanlah untuknya dengan ramat-Mu keamanan dari 'adzab-Mu. Peliharalah akan dia dari segala bencana yang menghalanginya ke surga. Tuhanku, berilah gantinya dalam peninggalannya yang akan datang, angkatlah akan dia dalam surga tinggi dan limpahkanlah kepadanya keutamaan rahmat-Mu, Ya Arhâm ar-Râhimîna. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca ketika akan memasukan mayit ke dalam kubur. Demikian Imam Syafi'i menjelaskan dalam kitabnya Al-Muzfuli, sebagaimana dikutip Hasbi Ashidiq.

Artinya: "Dan pada tanah inilah Kami (Allah) telah jadikan kamu".


Artinya: "Dan ke dalam tanah inilah Kami kembalikan kamu".

Artinya: "Dan daripadanya Kami keluarkan kamu sekali lagi."
Penjelasan:
Doa tersebut dibaca ketika tanah akan ditimbunkan kepada mayit, atau dibaca pula ketika memegang tiga kepalan tanah yang akan disimpan dekat kepala mayit.


Artinya: "Wahai Anu anak si Anu, ingatlah tugas kewajiban yang kamu telah keluar dari dunia dalam tugas kewajiban itu, yaitu mengaku bahwasanya tak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya. Tak ada sekutu bagi-Nya. Dan bahwasannya Muhammad itu hamba-Nya dan pesuruh-Nya. Dan ingatlah bahwa qiamat (bangkit dari kubur) pasti datang, tak dapat diragukannya, dan bahwasanya Allah akan membakitkan segala orang yang di dalam kubur. Katakanlah; saya ridha Allah Tuhanku, Islam Agamaku, dan Muhammad Nabiku, Ka'bah qiblatku, Al-Qur 'an imamku, setiap orang Islam saudaraku, Tuhanku Allah, tak ada Tuhan melainkan Dia. Dialah Tuhan yang mempunyai 'arasy besar. "
Penjelasan:
Doa ini dibaca setelah selesai menguburkan mayit, yaitu ketika akan dilangsungkan talkin (memberikan nasehat-nasehat) kepada mayit, dengan duduk atau berdiri di kepala kubur. Hai ini dijelaskan oleh sebagian ulama.
Begitu juga Al-Nawâwî menjelaskan, bahwa Syaikh Nasher melakukan hal itu ketika selesai menguburkan mayyit.

Artinya: "Mudah-mudahan Tuhan mencurahkan kesejahteraan atas kamu, wahai penghuni kampung orang-orang yang beriman. Telah datang kepadamu apa yang dijanjikan, esok, kamu diberikan tangguh, dan bahwasanya kami, Insya Allah akan mendatangimu. Tuhanku, ampunilah penghuni ..."
Penjelasan :
Dari hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Aisyah menjelaskan: Ketika Nabi Saw. berada ditempatnya, Nabi keluar menziarahi pekuburan Al-Baqi' seraya membaca doa diatas.

Artinya: "Mudah-mudahan Tuhan limpahkan kesejahteraan atas penghuni kampung- kampung ini; dari segala orang Islam dan beriman; dan mudah-mudahan Allah merahmati segala orang yang terdahulu dari kami dan segala orong yang terbelakang dari kami. Insya Allah kami akan datang jua menjumpaimu. "
Penjelasan:
Dalam Al-Adzkar, Imam Muslim meriwayatkan bahwa Aisyah r.a. Bertanya kepada Nabi Saw.: Apakah yang saya bacakan ketika menjiarahi kubur? Nabi Saw. menjawab: "Bacalah olehmu doa ini ketika menziarahinya."

Artinya: "Mudah-mudahan Tuhan limpahkan kesejahteraan atas kamu, wahai penghuni kampung-kampung ini dari segala orang yang beriman, dan bahwasanya kami insya Allah akan menjumpaimu. Aku mohon kepada Allah 'afiyat untuk kami dan untuk kamu."
Penjelasan:
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Al-Adzkar, Nabi Saw. memerintahkan sahabatnya membaca doa diatas ketika menziarahi kubur

sumber : www.abatasa.com



Share

0 Comment for "Do'a-do'a Pilihan (2)"

Kisah Sedekah Yang Salah Alamat


Suatu ketika, Rasulullah Saw., seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau berkata kepada mereka,

“Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai.

“Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

“Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu.

“Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam,’Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’

Maka, dia kemudian, dengan cermat, mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu.

Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, ‘Ya Allah! Segala puji ha¬nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!’

Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu.”

(Diceritakan kembali dari sebuah hadis yang dituturkan oleh Muslim dan Abu Hurairah dalam Teladan indah Rasullulah dalam ibadah, Ahmad Rofi ‘Usmani)

Bersedekahlah Setiap Hari



“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat.

Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”,

sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)”

(HR Bukhary 5/270)

Lihat catatan keuangan anda/keuangan perusahaan anda !
Apakah pengeluaran lebih besar dari pemasukan? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang pailit.
Apakah pengeluaran dan pemasukan seimbang? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang rugi.
Apakah pemasukan lebih besar dari pengeluaran? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang beruntung.
Hari ini mesti lebih baik dari ari kemarin dan hari esok meski lebih baik dari hari ini.

Perbanyak infaq anda jika anda mengalami kerugian, jangan berhenti berinfaq ketika anda meraih keuntungan yang banyak. Justeru semakin banyak untung, akan semakin keranjingan berinfaq.

Ayo salurkan sebagian rezeki anda kepada orang-orang yang ada di sekitar anda, atau juga bisa melalui program yang kami tawarkan berikut ini :

1. Zakat
2. Infaq/shadaqah
3. Wakaf
4. Anak Yatim

Salurkan sebagian rezeki anda melalui salah satu nomor rekening berikut :
--> Bank Muamalat No Rek. 3560009874 --> Bank Mandiri No Rek. 114-00-0594415-5
--> Bank BRI No Rek. 228401000197560
--> Bank BCA No Rek. 8110330589
Semua atas nama Wagimin.

Mohon konfirmasinya seberapapun harta yang anda infaqkan

Bila sudah ditransfer mohon konfirmasi via SMS ke nomor HP 089627492625 caranya :


1. Zakat
Ketik : ZAKAT_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : ZAKAT 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 200 .000,-

2. Infaq/shadaqah
Ketik : INFAQ_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : INFAQ 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 50.000,-

3. Waqaf
Ketik : WAQAF_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : INFAQ 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 5.000.000,-

4. Anak Yatim
Ketik : YATIM_tanggal_nama_Asal_Bank_jumlah
Contoh : YATIM 01012011 Hamba Allah di Surabaya BNI Syariah Rp. 300.000,-


Terimakasih atas partisipasinya kepada rekan-rekan yang telah berbagi terutama buat mereka yang belum melakukan konfirmasinya, semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik dan menjadi amalan yang akan memperberat amal kebaikan di yaumil akhir.

Penolong Misterius

Ketika senja telah turun mengganti siang dengan malam, seorang laki-laki bergegas mengambil air wudhu. Memenuhi panggilan adzan yang bergaung indah memenuhi angkasa.

"Allahu Akbar!" suara lelaki itu mengawali shalatnya.

Khusyuk sekali ia melaksanakan ibadah kepada Allah. Tampak kerutan di keningnya bekas-bekas sujud. Dalam sujudnya, ia tenggelam bersama untaian-untaian do'a. Seusai sholat, lama ia duduk bersimpuh di atas sajadahnya. Ia terpaku dengan air mata mengalir, memohon ampunan Allah.

Dan bila malam sudah naik ke puncaknya, laki-laki itu baru beranjak dari sajadahnya.

"Rupanya malam sudah larut...,"bisiknya.

Ali Zainal Abidin, lelaki ahli ibadah itu berjalan menuju gudang yang penuh dengan bahan-bahan pangan. Ia pun membuka pintu gudang hartanya. Lalu, dikeluarkannya karung-karung berisi tepung, gandum, dan bahan-bahan makanan lainnya.

Di tengah malam yang gelap gulita itu, Ali Zainal Abidin membawa karung-karung tepung dan gandum di atas punggungnya yang lemah dan kurus. Ia berkeliling di kota Madinah memikul karung-karung itu, lalu menaruhnya di depan pintu rumah orang-orang yang membutuhkannya.

Di saat suasana hening dan sepi, di saat orang-orang tertidur pulas, Ali Zainal Abidin memberikan sedekah kepada fakir miskin di pelosok Madinah.

"Alhamdulillah..., harta titipan sudah kusampaikan kepada yang berhak,"kata Ali Zainal Abidin. Lega hatinya dapat menunaikan pekerjaan itu sebelum fajar menyingsing. Sebelum orang-orang terbangun dari mimpinya.

Ketika hari mulai terang, orang-orang berseru kegirangan mendapatkan sekarung tepung di depan pintu.

"Hah! Siapa yang sudah menaruh karung gandum ini?!" seru orang yang mendapat jatah makanan.

"Rezeki Allah telah datang! Seseorang membawakannya untuk kita!" sambut yang lainnya.

Begitu pula malam-malam berikutnya, Ali Zainal Abidin selalu mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin. Dengan langkah mengendap-endap, kalau-kalau ada yang memergokinya tengah berjalan di kegelapan malam. Ia segera meletakan karung-karung di muka pintu rumah orang-orang yang kelaparan.

"Sungguh! Kita terbebas darikesengsaraan dan kelaparan! Karena seorang penolong yang tidak diketahui!" kata orang miskin ketika pagi tiba.

"Ya! Semoga Allah melimpahkan harta yang berlipat kepada sang penolong...," timpal seorang temannya.

Dari kejauhan, Ali Zainal Abidin mendengar semua berita orang yang mendapat sekarung tepung. Hatinya bersyukur pada Allah. Sebab, dengan memberi sedekah kepada fakir miskin hartanya tidak akan berkurang bahkan, kini hasil perdagangan dan pertanian Ali Zainal Abidin semakin bertambah keuntungan.

Tak seorang pun yang tahu dari mana karung-karung makanan itu? Dan siapa yang sudah mengirimkannya?

Ali Zainal Abidin senang melihat kaum miskin di kotanya tidak mengalami kelaparn. Ia selalu mencari tahu tentang orang-orang yang sedang kesusahan. Malam harinya, ia segera mengirimkan karung-karung makanan kepada mereka.

Malam itu, seperti biasanya, Ali Zainal Abidin memikul sekarung tepung di pundaknya. Berjalan tertatih-tatih dalam kegelapan. Tiba-tiba tanpa di duga seseorang melompat dari semak belukar. Lalu menghadangnya!

"Hei! Serahkan semua harta kekayaanmu! Kalau tidak...," orang bertopeng itu mengancam dengan sebilah pisau tajam ke leher Ali Zainal Abidin.

Beberapa saat Ali terperangah. Ia tersadar kalau dirinya sedang di rampok. "Ayo cepat! Mana uangnya?!" gertak orang itu sambil mengacungkan pisau.

"Aku...aku...," Ali menurunkan karung di pundaknya, lalu sekuat tenaga melemparkan karung itu ke tubuh sang perampok. Membuat orang bertopeng itu terjengkang keras ke tanah. Ternyata beban karung itu mampu membuatnya tak dapat bergerak. Ali segera menarik topeng yang menutupi wajahnya. Dan orang itu tak bisa melawan Ali.

"Siapa kau?!" tanya Ali sambil memperhatikan wajah orang itu.

"Ampun, Tuan....jangan siksa saya...saya hanya seorang budak miskin...,"katanya ketakutan.

"Kenapa kau merampokku?" Tanya Ali kemudian.

"Maafkan saya, terpaksa saya merampok karena anak-anak saya kelaparan," sahutnya dengan wajah pucat.

Ali melepaskan karung yang menimpa badan orang itu. Napasnya terengah-engah. Ali tak sampai hati menanyainya terus.

"Ampunilah saya, Tuan. Saya menyesal sudah berbuat jahat..."

"Baik! Kau kulepaskan. Dan bawalah karung makanan ini untuk anak-anakmu. Kau sedang kesusahan, bukan?" kata Ali.

Beberapa saat orang itu terdiam. Hanya memandangi Ali dengan takjub.

"Sekarang pulanglah!" kata Ali.

Seketika orang itu pun bersimpuh di depan Ali sambil menangis.

"Tuan, terima kasih! Tuan sangat baik dan mulia! Saya bertobat kepada Allah...saya berjanji tidak akan mengulanginya," kata orang itu penuh sesal.

Ali tersenyum dan mengangguk.

"Hai, orang yang tobat! Aku merdekakan dirimu karena Allah! Sungguh, Allah maha pengampun." Orang itu bersyukur kepada Allah. Ali memberi hadiah kepadanya karena ia sudah bertobat atas kesalahannya.

"Aku minta, jangan kau ceritakan kepada siapapun tentang pertemuanmu denganku pada malam ini...," kata Ali sebelum orang itu pergi." Cukup kau doakan agar Allah mengampuni segala dosaku," sambung Ali.

Dan orang itu menepati janjinya. Ia tidak pernah mengatakan pada siapa pun bahwa Ali-lah yang selama ini telah mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin.

Suatu ketika Ali Zainal Abidin wafat. Orang yang dimerdekakan Ali segera bertakziah ke rumahnya. Ia ikut memandikan jenazahnya bersama orang-orang.

Orang-orang itu melihat bekas-bekas hitam di punggung di pundak jenazah Ali. Lalu mereka pun bertanya.

"Dari manakah asal bekas-bekas hitam ini?"

"Itu adalah bekas karung-karung tepung dan gandum yang biasa diantarkan Ali ke seratus rumah di Madinah," kata orang yang bertobat itu dengan rasa haru.

Barulah orang-orang tahu dari mana datangnya sumber rezeki yang mereka terima itu. Seiring dengan wafatnya Ali Zainal Abidin, keluarga-keluarga yang biasa di beri sumbangan itu merasa kehilangan.

Orang yang bertobat itu lalu mengangkat kedua tangan seraya berdo'a," Ya Allah, ampunilah dosa Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Saw.
Back To Top